Cara Mengecek Apakah Aplikasi Klinik Anda Benar-Benar Terintegrasi SatuSehat
Tim CloudMedika
Kontributor

Hampir semua aplikasi klinik sekarang mencantumkan label "siap SatuSehat" atau "terintegrasi SatuSehat". Masalahnya, label itu bisa berarti banyak hal. Ada aplikasi yang mengirim data setiap kali dokter selesai memeriksa pasien. Ada juga yang hanya bisa mengekspor file, lalu staf Anda harus mengunggahnya sendiri. Ada pula yang hanya mengirim data kunjungan tanpa diagnosis.
Perbedaan ini baru terasa ketika Dinas Kesehatan menanyakan capaian pengiriman data klinik Anda. Artikel ini membahas cara memeriksa integrasi SatuSehat dari tiga sisi: dari dalam aplikasi, dari dashboard Kemenkes, dan dari aplikasi SatuSehat Mobile milik pasien. Di bagian akhir ada daftar pertanyaan untuk vendor dan tanda-tanda integrasi yang hanya setengah jalan.
Apa yang Dimaksud "Terintegrasi SatuSehat"
SatuSehat adalah platform data kesehatan milik Kementerian Kesehatan. Permenkes No. 24 Tahun 2022 mewajibkan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik pratama dan tempat praktik mandiri dokter, menyelenggarakan rekam medis elektronik yang datanya terhubung ke SatuSehat. Penjelasan lengkap kewajiban ini ada di artikel Kewajiban RME SatuSehat untuk Klinik Pratama.
Secara teknis, aplikasi klinik mengirim data ke SatuSehat dalam format standar bernama FHIR. Setiap jenis data dikirim sebagai "resource" tersendiri. Untuk kunjungan rawat jalan, yang paling dasar adalah:
- Encounter, yaitu data kunjungan pasien (siapa, kapan, di mana, dengan dokter siapa).
- Condition, yaitu diagnosis dengan kode ICD-10.
- Observation, misalnya hasil pemeriksaan tanda vital.
Aplikasi yang benar-benar terintegrasi mengirim data ini langsung dari rekam medis yang diisi dokter dan perawat, tanpa input ulang. Kalau staf Anda masih harus menyalin data ke aplikasi lain atau mengunggah file secara manual, integrasinya belum lengkap.
Lapis 1: Periksa dari Dalam Aplikasi Klinik
Aplikasi yang terintegrasi dengan baik seharusnya bisa menunjukkan status pengiriman setiap kunjungan. Saat demo atau uji coba, minta vendor menunjukkan hal berikut:
- Halaman pengaturan kredensial SatuSehat. Klinik Anda memiliki Organization ID, Client ID, dan Client Secret sendiri dari platform SatuSehat. Aplikasi harus menyediakan tempat untuk memasukkannya, idealnya dengan tombol uji koneksi.
- Status per kunjungan. Setelah dokter menyelesaikan pemeriksaan, Anda bisa melihat apakah data kunjungan itu sudah terkirim, masih menunggu, atau gagal.
- Daftar pengiriman yang gagal beserta alasannya. Pengiriman bisa gagal karena berbagai hal, misalnya data pasien belum lengkap atau server sedang sibuk. Yang penting, kegagalan itu terlihat dan bisa ditindaklanjuti.
- Kirim ulang otomatis dan manual. Data yang gagal sebaiknya dicoba kirim ulang otomatis, dan Anda tetap punya tombol untuk mengirim ulang secara manual.
Kalau vendor tidak bisa menunjukkan poin 2 dan 3, Anda tidak punya cara untuk mengetahui apakah kewajiban pelaporan klinik sudah terpenuhi.
Lapis 2: Cek Capaian di Dashboard Kemenkes
Kemenkes menyediakan dashboard Pemantauan Aliran Data SatuSehat di situs satusehat.kemkes.go.id. Dashboard ini menampilkan capaian pengiriman data kunjungan dan diagnosis per fasilitas kesehatan, dan bisa difilter berdasarkan provinsi, kabupaten/kota, serta nama fasilitas.
Cara memakainya:
- Buka dashboard pemantauan aliran data di situs SatuSehat.
- Pilih provinsi dan kabupaten/kota, lalu cari nama klinik atau tempat praktik Anda.
- Bandingkan jumlah kunjungan yang tercatat dengan jumlah pasien yang benar-benar Anda layani pada periode yang sama.
- Perhatikan juga apakah diagnosis ikut terkirim. Klinik yang hanya mengirim data kunjungan tanpa diagnosis berarti datanya belum lengkap.
Saat artikel ini ditulis, sebagian halaman dashboard tersebut berstatus "dalam perbaikan", sehingga datanya bisa terlambat atau belum lengkap. Jika dashboard sedang tidak bisa diakses, gunakan lapis 1 dan lapis 3, atau tanyakan capaian klinik Anda ke Dinas Kesehatan setempat.
Lapis 3: Tanyakan ke Pasien Lewat SatuSehat Mobile
Pasien yang profilnya sudah terverifikasi di aplikasi SatuSehat Mobile bisa melihat ringkasan kunjungannya di fitur Resume Medis, termasuk diagnosis dan obat yang diresepkan, dari fasilitas kesehatan yang sudah terintegrasi.
Ini cara sederhana untuk memastikan data benar-benar sampai:
- Pilih satu pasien (atau anggota staf yang berobat di klinik Anda) yang profil SatuSehat Mobile-nya sudah terverifikasi.
- Setelah pemeriksaan selesai dan data terkirim, minta ia membuka menu Resume Medis.
- Pastikan kunjungan tersebut muncul dengan diagnosis yang sesuai.
Jika kunjungan tidak muncul, kemungkinan penyebabnya ada dua: profil pasien belum terverifikasi, atau data dari klinik memang belum terkirim. Lapis 1 akan membantu Anda memastikan penyebab yang mana.
Pertanyaan yang Perlu Anda Ajukan ke Vendor
Gunakan daftar ini saat membandingkan aplikasi, terutama sebelum menandatangani kontrak.
- Data apa saja yang dikirim ke SatuSehat? Minimal kunjungan dan diagnosis. Tanyakan juga apakah observasi (misalnya tanda vital) ikut dikirim.
- Kapan data dikirim? Otomatis setelah pemeriksaan selesai, atau harus diekspor dan diunggah manual?
- Bagaimana saya tahu ada data yang gagal terkirim? Minta vendor menunjukkan halamannya langsung di aplikasi.
- Apakah ada kirim ulang otomatis?
- Siapa yang memegang kredensial SatuSehat klinik? Kredensial itu milik klinik Anda. Pastikan Anda bisa melihat dan menggantinya sendiri.
- Apakah integrasi SatuSehat sudah termasuk di harga langganan, atau dikenakan biaya tambahan?
- Bisakah saya melihat contoh pengiriman data di demo? Vendor yang integrasinya sudah berjalan biasanya bisa menunjukkan contoh status pengiriman dalam beberapa menit.
Pertanyaan-pertanyaan ini melengkapi daftar di artikel 7 Tips Memilih Software Klinik Pratama.
Tanda Integrasi yang Belum Lengkap
Waspadai kondisi berikut, baik saat demo maupun setelah aplikasi berjalan:
- Staf harus mengunggah file ke SatuSehat secara manual. Ini menambah pekerjaan dan mudah terlupa saat klinik sedang ramai.
- Hanya data kunjungan yang terkirim, tanpa diagnosis. Capaian klinik Anda akan terlihat tidak lengkap di dashboard Kemenkes.
- Tidak ada status pengiriman di aplikasi. Anda baru tahu ada masalah ketika ditegur.
- Diagnosis dicatat sebagai teks bebas tanpa kode ICD-10. SatuSehat membutuhkan kode diagnosis yang terstandar.
- Vendor tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi bila server SatuSehat sedang gangguan.
Cara CloudMedika Mengirim Data ke SatuSehat
Di CloudMedika, integrasi SatuSehat berjalan dari rekam medis yang diisi dokter dan perawat, tanpa input ulang:
- Data yang dikirim: kunjungan, diagnosis, observasi, dan rencana perawatan dalam format FHIR.
- Kode diagnosis: dokter cukup mengetik diagnosis, termasuk dengan istilah sehari-hari, lalu sistem menyarankan kode ICD-10 yang sesuai.
- Kredensial milik klinik: Organization ID, Client ID, dan Client Secret dimasukkan di halaman pengaturan, lengkap dengan tes koneksi.
- Pengiriman yang gagal tidak hilang: data masuk antrean dan dicoba kirim ulang otomatis. Statusnya terlihat di halaman outbox, dan Anda bisa mengirim ulang secara manual bila perlu.
- Sudah termasuk di harga langganan, mulai Rp199.000 per bulan. Rinciannya ada di halaman harga, dan daftar fitur lengkapnya di halaman fitur.
Cara terbaik menilai integrasi SatuSehat adalah melihatnya berjalan. Selama uji coba gratis 14 hari, Anda bisa menjalankan ketiga lapis pemeriksaan di artikel ini pada klinik Anda sendiri. Bila ingin melihat demonya lebih dulu, hubungi tim kami lewat WhatsApp.
Masih memilih aplikasi? Baca juga aplikasi RME yang bisa dibuka di HP, tablet, dan laptop.
Butuh sistem yang sudah patuh regulasi?
CloudMedika siap membantu klinik Anda bertransformasi ke RME dengan mudah.